Mungkinkah
dikau berbicara tinggi
konon berasaskan kemahiran berfikir aras tinggi
menyembunyikan makna di balik kata
sehingga kami tidak mengerti
lalu kauletakkan kami
dalam kandang kedunguan
Beberapa purnama
dalam musim rontok dan musim dingin
luruh dedaunmu
kering batang, dahan dan rantingmu
Lamun dikau tetap utuh
berdiri tegak laksana paku bumi
kerana teguh akarmu
Berpadu akar tunjang, akar cabang dan akar…
Tuah Sang Burung
Bukan sangkar megah
tempat tinggalmu
Bukan piring dan cawan indah
wadah makan minummu
Dikau memiliki kebebasan
mencari rezeki kurniaan Ilahi
terbang dan hinggap di mana-mana yang kausukai
Kami makhluk manusia, wahai sang burung
ada…
Mereka yang kembali
ke pangkuan Rabbul Izzati
telah menemukan hujung jalan yang pasti
ke alam akhirat yang nanti abadi
di alam peralihan singgah menyerahkan diri
Malam di teratak ibunda
syahdu dan sayu
seperti baru semalam berlalu
suka dan duka
senang dan susah
bersama-sama denganmu ibunda
almarhum ayahanda dan kakanda serta adinda
dalam keluarga besar
meskipun tidak berada
lamun…
Manik-manik titisan air
pada penghujung hujan petang
mengalirkan rahmat al-Rahman
kepada sarwa alam dan sekalian isinya
membasahi bumi dan hati
mendinginkan bahang mengapi
berkat sabar menanti
berkat tunduk kepada takdir…
Patani
waris kerajaan Melayu tua Langkasuka
Abad 14 menyaksikan kebangkitanmu
Abad 16 melakar keutuhan wibawamu
pusat pendukung dan pengembang risalah wahyu
Wibawa raja dan wibawa ilmuwan berpadu
menjadi pasak peradaban bersendikan…